Tari Saman
September 12, 2008 by windyahertanti
Ada yang tau tari saman ? kalo ada yang tau, great..berarti anda lebih cinta Indonesia dari saya :D. Jujur awalnya waktu diceritakan tentang tari saman, alis saya berkerut…mikir…loading dengan kecepatan prossesor pentium1, saya akhirnya cuma bisa menjawab…”ooo, tari yang tepuk2 itu? “. dibilang oon saya rela, emang saat itu saya kagak punya bayangan lebih mengenai tari saman … ;p
Jadinya waktu team kantor memutuskan buat menari saman di acara performance dept, saya mantuk2 aja. Yang penting mendukung..apapun yang terjadi kami satu team harus kompak. Chayooooo….
Hasilnya…ck..ck..ck..penderitaan selama 1.5 bulan. Sueeeer..penderitaan! bagi yang blom tau tari saman ( saya lagi nyari temen buat yang sama2 oon ;p ), tari saman is a traditional dance from Aceh, which perform in the special event or celebrate important occasion. This dance will take 8 till 20 people who kneel in the floor and they will sing, clapping and also hit the floor with slow motion to fast, and suddenly stop! This dance required full team integrity and each member of team must be focus to each other to show the prefect dance. So if you want to show the people how solid your team, please try this..
Awalnya, kami nari saman gara2 seorang rekan tertarik dengan tari saman yang di tampilkan di acara kebangkitan nasional. So, kita mo copy paste aja. Kirain semua tari itu easy. Nyatanya, sekali lagi sodara2 setanah aer…penuh penderitaan !
Bermula, dari yang kami adalah merchandiser yang lebih fasih dalam ngukur garment and follow up order, diajak nari jelas hasilnya badan langsung pegel2. Awal latihan saya langsung kram di kaki dan paha. Secara berlutut trus dan paha dijadikan sasaran tepuk2an. Bahkan hingga saat ini ( total udah ampir 3 minggu dari terakhir saya nari, di lutut jelas masih ada bekas perjuangan saya menari saman. Busyet…tandanya ngelebihin dari saya sholat ;p.
Belom lagi dikejar2 buat latihan, ini jauh2 berat melebihi apapun. Apalagi harus ngadapin babe kumis buat minta ijin ngacir satu team dan bagaimana memanage waktu supaya semua kerjaan rampung sebelum jam latihan. Huaaa….kebayang ga sie..barangkat jam 9 pagi pulang jam 11 malem, dengan kondisi badan remuk redam abis latihan. Blom lagi baju basah keringetan kena silir2 angin malem di angkot..oh my GOD. Ga keitung berapa banyak antangin yang udah saya konsumsi buat mendoping stamina. total lama latihan kami ada 1.5 bulan 1minggu 2 kali, 3 minggu sebelum menjadi 3 kali, 1 minggu sebelum manjadi setiap hari, diawali semangat mengebu2 yang ingin perform the best di acara outing kantor, semua team member rajin datang..hingga akhirnya rasa jenuh datang..jumlah member mulai berkurang, semangat team entah kenapa terkontaminasi, hingga akhirnya di hari H-2 baru semua member mulai bersemangat lagi even di detik terakhir saat di Mambruk saat di informasi bahwa ada 1 team lain yang juga akan menari saman, kami akhirnya hanya bisa pasrah. Oh my GOD kami ada saingan, will they perform better than us ? who are they ? apalagi saat itu kondisinya semua babe2 kami ga ada yang datang di acara untuk menjadi juri penilaian. Kami hopeless. Namun di tengah ke-hopeless-an kami, kami hanya bertekad “We will do the best, that’s it !”
Kalo ada yang mikir hebat bener kami bisa nari saman, itu semua berkat GURU kami. Hehehe, kami jelas pake GURU donk. Imposible lah..kalo kami bisa nari saman tanpa diajarin ;p. kebetulan salah seorang rekan punya kenalan yang asli Aceh yang super duper mahir buat nari saman, dah gitu suaranya…oh my GOD, merdu pisan! Beda bener dengan suara2 kami yang sumbang ;p. satu hal yang bikin kami terus semangat, GURU kami sangat2 positif thinking. Disaat kami merasa stress ga bisa2 dengan salah satu gerakan yang nauzubilah susahnya, GURU kami akan terus mengajari tanpa menyalahkan. disaat kami mulai merasa ragu, bisakah kami kompak nanti di pentas? He is the one who support us and the one who believe we can win the performance…even we don’t believe our self. Great thanks will not enough to express our thanks to him… GOD bless him for all his effort to us
Eits..balik lagi, penderitaan saya blom berhenti disitu. Sewaktu bis kami mendekati Mambruk untuk lokasi outing s.Oliver Indonesia 2008, suddenly perut langsung kram, kepala pening, badan masuk angin dan mag saya kambuh. Oke, serangan panic dimulai…L. Gimana ga coba, saya hanya mebayangkan gimana semisalnya saya salah dan mengacaukan pementasan.paling parah disaat gerangan gelombang ( ada yang tau ? ) jangan bandingkan gerakan gelombang yang di acara kebangkitan nasional yang pake 2 shaf. punya kami pake acara 3 shaf. Depan, tengah dan belakang. Tiap shaf akan saling memutar sambil berpegangan tangan dengan rekan 1 shaf nya membentuk gelombang dari depan ke tengah dan kebelakang dan terus berulang. Satu gerakan salah, lengan bisa menghantam kepala rekan di shaf lain, hasilnya pasti formasi akan kacau balau. Please note yaa..semua gerakan dilakukan dengan awal yang pelan, mulai cepat dan sangaaaaat cepat sekali. Kebayang ga sie…heem..mungkin bagi yang dah expert di tari saman bakal bilang “ah, itu kan gampang”. Kalo ada yang ngomong gitu, please understand im new in saman dance, and really this is my 1st experience…
Sooo, akhirnya dengan membaca2 semua ayat yang saya tau, menghabiskan Mylanta 2 butir, doping antangin 1 bungkus plus 1 pack tissue abis buat ngapus keringet…oups lupa, juga ma pemanasan tarian yang bikin tambah panic secara masih aja team kami blom kompak. Saya cuma bismillah…berusaha yang terbaik…dan mengucap Alhamdulillah saat team kami dinobatkan sebagai the best performance team of s.Oliver Indonesia 2008. Hip hip huray for Woven department..
Ps: kalo ada yang mo mbooking kami buat perform tari saman, bisa diatur asal bayarannya pas, hehehe.