The Secret
July 25, 2008 by windyahertanti
Finally saya rampung juga membaca the secret. Buku yang saya beli di early of feb baru rampung di bulan july. Entah mengapa, saya ga begitu antusias waktu membacanya, waktu beli pun cuma karena beberapa teman merekomendasikan. So, lembar demi lembar hanya saya baca dikala suasana hati emang pengen mbaca. Status the secret walo selalu ada di tas tetap saja kalah karena saya lebih memilih membaca the lunch gossip, I beg your prada or chicklit2 lainnya yang bisa saya habiskan dalam 1 hari. Honest too many pressure in this lately month bikin saya males mikir ;p
Anyway, saya akhirnya membaca the secret. That is a good book, I don’t say is not…but like other motivation book. Ya gitu deh. standard lah ;p. saya lebih suka konsep buku “blink”. Just do it by your instinct. Point utama di the secret kalo saya bilang mah banyak ambil dari konsep keagamaan. it’s really, just read your Al-Quran and you will find it. Saya jadi pengen bilang ma pengarangnya the secret, no need to make riset, just read Al Quran. That’s enough ;p
Even itu standard, emang ada berapa point dari buku yang mengingatkan saya bahwa saya mulai lupa. Syukur. In this lately, saya lupa bersyukur dan terus menerus berkeluh kesah. Saya lupa bahwa dengan bersyukur, hal2 yang kita syukuri akan semakin berlimpah dan membuat hati menjadi ikhlas menerima segala kekurangan. Saat semalam saya selesai membaca the secret, saya baru menyadari bahwa tulisan saya akhir2 in jauh dari kata kebahagiaan. Saya lupa bahwa masih banyak hal yang bisa saya syukuri, even this lately month is like hell, saya masih sehat2 saja, orang tua saya juga, kakak saya juga. Biar saya sibuk, sahabat2 saya masih ada untuk menginap dan hadir untuk sekedar nongkrong minum coffe. Walo dikata pendapatan saya ga balance ma kerjaan, saya tho masih mampu untuk membeli apa yang saya inginkan, dan bahkan sedikit memanjakan diri untuk luluran dan shopping sesuka saya. So, GOD thanks for everything that you give me…
Part dari the secret lainnya yang saya suka, point “ meminta, percaya dan menerima “. Sebuah konsep doa yang standard, tapi jarang ada yang sadar. Bahwa emang GOD selalu meluluskan apapun permintaan hamba Nya. Only GOD know better, waktu dan caranya bagaimana Dia melulusan permintaan kita adalah totally hak Nya. Konsep ini bikin saya realize, pantesan saya ga pernah menang undian berhadiah, lah wong saya ga pernah benar2 meminta, percaya dan menerima bahwa saya bisa menang undian ;p
So if you still not read the secret. Just read it. Maybe you will find something else…