pns
October 26, 2007 by windyahertanti
semalam, seorang sahabat mengirimkan sms. informasikan kalo dia sedang di karantina untuk prajab. dengan tulus sayapun membalas untuk mengucapkan selamat disertai pesan semoga dia bisa menjadi pns yang baik. sahabat saya ini, adalah seorang yang saya yakin bisa membawa perubahan yang baik bagi negara ini, maka dengan pilihannya menjadi pns, saya pikir itu memang jalan yang terbaik untuknya. sekedar informasi saja, jaman kuliah, sahabat saya ini sangat getol di organisasi mahasiswa dan sangat care terhadap hubungan antar manusia selain memang dia sudah pintar dalam pelajaran tentunya.
namun menilik keadaan sekarang, keberadaan sahabat saya dalam jajaran para pegawai negeri sipil tidak menyurutkan emosi saya terhadap para pns. mungkin sahabat saya hanya 1 dari yang bermoral diantara beribu ribu yang tidak. bukannya menghakimi, tapi walaupun saya sendiri anak seorang pns, dan saya yakin di masa kerja ayah saya tak pernah bermain kotor. buktinya, bisa dilihat di rekening tabungan keluarga dan harta keluarga yang terlihat. biasa saja.tapi banyak, saya yakin banyak para pns yang “bermain cantik” untuk mengenapi tabungan keluarganya dengan segenggam berlian dan hamparan harta. korupsi di kalangan pns itu aja sudah bikin kesal, apalagi kalau disertai ketidakmampuan dalam bekerja.
sebagai contoh, sewaktu kuliah saya pernah diharuskan dosen untuk mencari data di pemda. waktu itu saya pun stand by dengan manis di pemda surakarta tepat jam 7 pagi. saya baru bisa masuk ke gedung pada pukul 7.30. setelah menunggu 1 jam di koridor, saya dirujuk ke ibu X oleh satpam. setelah menemui ibu X, saya diminta untuk menunggu lagi, waktu itu positif thinking saya bahwa memang di pagi hari semua orang itu sibuk. wajar jika saya harus menunggu. pukul 10, saya belum di panggil juga, saya mulai celingak celinguk, memang pada dasarnya saya tidak suka menunggu dan percaya pada ke ontime-an. maka saya mulai bertanya kapan tepatnya saya bisa menemui Ibu X, tapi tidak ada jawaban yang memuaskan, hanya kata kata ” sabar aja mba “. setelah berputar putar seperti kelinci dan membuat kehebohan dengan bertanya tiap 10 menit sekali ke setiap orang yang saya temui di pemda, akhirnya saya berhasil menemui Ibu X hampir pukul 11. ternyata ibu X sedang asyik membaca NOVA dan mengemil kacang. kemudian beliau berkata pada saya, ” tadi nunggu ya mba? saya memang baru bisa ditemui jam 10an, soalnya saya suka nonton tayangan XXX dulu di tv”.
ada juga cerita dari salah seorang kenalan, tapi sepertinya apa yang diceritakan bukan sebuah rahasia lagi. sudah diketahui bersama, kalau mau masuk pns harus membayar sejumlah amount tertentu. dan alhasil saat kenalan saya sudah masuk pns, diapun akan melakukan hal yang sama. kata beliau, ” buat nombok”. lalu kerja kenalan saya pun sehari hari sangat santai, datang jam 8, absen, baca koran, main catur atau pingpong dan pulang di jam 2 siang. hari jumat kenalan saya ini malah lebih santai, datang ke kantor untuk menghadiri senam pagi dan bersantai untuk menunggu pulang jam 11. seringnya kenalan saya ini suka mengirimkan sms pada jam 2-3 sore, mengece’ keberadaan saya yang pastinya sedang berkutat dengan sebudel kerjaan.
lain halnya kenalan saya yang bekerja di pln, dengan bangganya bercerita punya mobil baru. katanya kesejahteraan pegawai di pln sangat dijamin. anehnya, kemarin saya membaca berita bahwa negara memsubsidi pln sebesar 48 milyar (atau 58 milyar ya..maap agak lupa) untuk biaya operasional. rasanya biaya yang dikeluarkan pemerintah ini tidak sebanding jika mendengar cerita kenalan saya bahwa kerjanya hanya muter muter melihat tower. kata kata syukur bahagia dari kenalan saya adalah ” kerja dikit gaji gedhe “.
kejadian yang paling baru adalah saat saya hari harus menemani teman untuk mengurus surat kehilangan di kantor polisi, polisi mungkin bukan pns, tapi sepertinya kurang lebih samalah. saat teman saya selesai mengurus, dia memberi 10ribu untuk ongkos. padahal tidak ada ketentuan bahwa harus membayar. tapi atas kesadaran teman saya sendiri dia memberi setelah sebelumnya dia diinfo oleh rekan kerjanya “supaya lancar kasih aja 10rb “. maka saya sendiri binggung mendefinisikan itu sebagai ucapan balas jasa ataukah suapan ? tho, yang jelas si bapak petugas tetap mengambil uang itu
Ibu kos saya sendiri juga merupakan salah seorang pns yang sukses, dulunya suaminya adalah kepala di salah satu departemen yang “basah”. rumahnya, jangan ditanya..kamar saya pun berukuran 5×6 meter plus kamar mandi dalam. kamar seperti itu ada 5 dilantai atas. jangan lupa ada teras dan tempat membaca. dilantai bawah, kamar ibu kos jelas lebih besar lagi, belum lagi halamnanya yang lengkap dengan pohon mangga, jambu, pepaya, pisang dan kolam ikan. yang jelas sih rumah ibu kos saya lagi dilelang, bakal di jual kalau ada yang berani membayar 4 miliar.ceritanya dulu bapak kos saya itu banyak sekali sabetannya, jadi kehidupan dia selalu cukup dan bahkan berlebih hingga bisa punya rumah sebesar itu. setelah bapak kos saya meninggal, otomatis ibu kos menghidupi kehidupannya hanya dengan uang janda pensiuan dari pemerintah, yang kadang keluhnya selalu kurang mencukupi hidupnya.tapi syukurnya selalu rutin diterima olehnya.
mungkin kesimpulan dari cerita saya sendiri adalah saya memang iri dengan keberadaan pns dan para aparat yang bekerja dibawah payung pemerintahan. kerja dikit, bisa korupsi dan ada uang pensiun. kurang apa coba. dibandingkan saya yang karwayan swasta, bekerja 12 jam dengan fasilitas dibatasi perusahaan, gaji seadanya dan tak ada pensiunan. untuk bisa tetap berkarir di dunia swasta saya harus extra kerja keras buat mencapai jenjang karir yang mapan. pintar pintar mencari perusahaan yang bisa memberikan fasiltas yang memadai. harus menyisihkan tabungan untuk asuransi pensiunan biar masa tua tidak terlunta lunta. kasian sekali. namun saya tetap bangga dengan pekerjaan saya, setidaknya dengan menjadi karyawan swasta tidak ada orang yang akan menghujat pekerjaan saya seperti saya menghujat para pns ;p
glad to know that u’re finally back to ur blog
sometimes, it can reduce ur burden by written it down …
soal PNS, maybe aq jg termasuk yang gak gitu respek ama pekerjaan ini .. no to say it whole generally .. but i’m still can’t find any single reason to love it once
And beside that i’m not kind of guy u love some boring & stereoptype job like PNS .. even many people can die to get that job
sorrry win, aku ngambil tulisan mu ini buat komentar di blog lain
di sini nih
http://kelompokdiskusi.multiply.com/journal/item/364/Gaji_PNS_Mubajir?replies_read=21
jcpenney outlet store in georgia