malaysia
October 30, 2007 by windyahertanti
berapa artikle saya baca mengenai ketidaksopanan malaysia membajak berapa hasil karya indonesia. sebut saja lagu rasa sayange, jali jali, angklung , wayang bahkan yang terbaru lagu indang dari sumbar. rata rata teman saya memberi komentar komplain, tidak terima, dan meneriakan perkataan ganyang malaysia. bahkan ada seorang teman yang mengirimkan logo malaysia yang diubah menjadi malingasia, lucu dan mengenaskan. apalagi jika membaca situs malaysia yang di obrak abrik olah hacker indonesia, hanya membuat saya menjadi tambah miris.
saya sendiri menyayangkan tindakan malaysia terhadap indonesia, namun apakah tindakan anarkis akan membawa ke arah yang lebih baik? ( ini pertanyaan retorik, tidak perlu dijawab ;p ). saya menjadi malu akan tindakan rekan rekan saya ketimbang apa yang malaysia perbuat kepada kita. apa itu berarti saya tidak nasionalis? tidak juga, saya mencintai negara ini tapi saya sadar, rasa cinta saya belum begitu besar untuk mau dan terus mengenal negara ini lebih lanjut. jujur saya akui, saya tidak hafal akan lagu lagu daerah dari indonesia. lagu daerah yang saya ingat hanya segelintir. yang paling saya hafal hanya lagu suwe ora jamu. selebihnya saya memodernkan diri saya dengan “lagu barat yang entah artinya apa” yang saya tidak begitu paham. bagi saya menghafal lagu asing itu keren dan bisa menaikan taraf harkat dan martabat di lingkungan pergaulan. apalagi kalau kata kata asing disisipi dalam komunikasi sehari hari. kesannya intelek.
maka saya menjadi lebih malu terhadap diri saya sendiri. pola pikir saya menghancurkan bangsa saya sendiri. saya baru tersadar akan budaya bangsa saya disaat negara lain mencomotnya. kaget dan malu. saya menjadi terpikir, kenapa tidak dari dulu saya berusaha menjaga kebudayaan negara saya sendiri. dengan mensosialkan lagu lagu daerah dan menonton wayang. itu hanya sebagai contoh.
mungkin ada orang yang berpikiran sama seperti saya. mungkin ada, tapi tidak mencoba jujur dan atau malah menutupi ketidak-cinta-annya terhadap indonesia dengan komplain yang berlebihan. dengan “menganyang” malaysia menurut saya bukan solusi.saya percaya akan selalu ada jalan lain, jalan yang tidak dengan kekerasan dan saling menyakiti.sebuah kompromi dimana semua pihak saling puas dan saling mendukung dikemudian hari. yang jelas dengan adanya kejadian malaysia ini bisa membuat kita ( terutama saya ) untuk lebih mencintai budaya negeri sendiri ^_^.