komik
October 29, 2007 by windyahertanti
sekarang saya hanya bisa menahan napas saat melihat harga komik yang melambung menjadi 12rb/ pcs. ingin membeli detective conan, jadi mikir 2 kali. saya membaca komik hanya butuh waktu 30 menit kalau disambi ngemil paling makan waktu 1 jam. rugi donk kalau saya beli detektif conan, mending saya beli laskar pelanggi. akhirnya, saya lebih rela berdiri di gramed untuk menghabiskan komik komik tersebut. sehabis pulang kerja, mending saya ngendon di gramed, biar diplototin mba mas penjaga saya cuex bebex.
kesukaan akan komik, dimulai dari pendidikan keluarga yang memang mementingkan buku daripada sandang. baik saya dan kakak saya, lebih memilih dibelikan buku ketimbang ditawari baju baru. waktu kami kecil, orang tua saya berlangganan donal bebek dan bobo. saya masih ingat bona dan nirmala. waktu saya masih di kupang, orang tua saya hobi bermain tenis, mereka sering mengajak saya untuk menjadi pemunggut bolanya, tentunya nanti dengan iming iming dibelikan buku. buku yang saya sukai waktu itu adalah Tintin, Papyrus, dan kisah 1001malam.
sejalan dengan waktu, komik elek mulai bermunculan.pertama kali saya membaca komik elek adalah candy candy. waktu itu saya begitu terhanyut hingga menangis. saat ini pun jika saya membacanya lagi, saya akan tetap terisak isak. apalagi waktu bagian candy berpisah dengan terry, aduh..tissu segulung bisa habis deh. kemudian dengan uang tabungan saya, saya pertama kali membeli komik elek berjudul marichan harganya masih rp. 2700/ pcs. waktu membaca nya saya berkhayal bisa menjadi seorang balerina. sampai sampai saya mencoba berdiri dengan jempol kaki saya. tapi hasilnya jelas saya jatuh dengan sukses, mungkin hal ini dikarenakan sudah dari kecil saya memang dikarunia body yang monthok ;p.
berikutnya saya selalu menyisihkan uang jajan saya untuk membeli komik, saya memiliki koleksi lengkap mari chan, sailormoon, doki doki, peanuts avenue, dan bermacam macam serial cantik. terakhir waktu saya mengecheck, komik saya ada 150pcs. yang semuanya sudah saya hibahkan kepada kakak saya tercinta untuk membuat persewaan bukunya.
sewaktu kakak saya ingin membuka usaha sendiri mendirikan persewaan buku, ibu saya menjerit tidak rela jikalau kakak saya melepas kuliahnya di arsitektur. maka dibuatkah perjanjian bahwa kakak saya akan tetap menyelesaikan kuliahnya dan orang tua saya memberikan modal. waktu itu kakak saya mendapat modal 3jt dari orang tua saya. sisanya, adalah dari tabungannya sebagai penulis cerpen di beberapa majalah. buku buku koleksi saya dan kakak saya menjadi penghuni pertama di persewaan buku el torros. waktu itu rasanya ruangan itu begitu kosong dengan buku yang hanya berapa gelintir. sekarang? kakak saya harus membuka persewaan ke2nya Chara untuk menampung buku buku yang tak muat lagi ditampung di el torros.
kebahagiaan sebagai adik pemilik persewaan buku adalah, saya bebas meminjam komik tanpa harus membayar. itu yang paling membuat saya berbahagia kuliah di solo. disana saya hanya tinggal bilang kakak saya akan buku yang saya ingin baca, berikutnya buku tersebut akan terpampang manis di persewaan buku. siap untuk saya pinjam, hehehe. saat tinggal di ungaran dan bogor ini lah saya baru merasa susahnya membaca. mencari persewaan buku saja sudah susah, apalagi mengeluarkan uang untuk membayarnya. tidak rela. maka sekarang ini saya lebih memilih untuk menjadi pembaca di garmedia saja ![]()