October 26, 2007 by windyahertanti
beberapa minggu yang lalu, salah seorang teman ibu saya menghubungi saya via sms. menanyakan apakah ada informasi lowongan kerja buat anaknya yang baru lulus s1. saya pun langsung bertanya alamat email anak ibu apa ?
pikir saya, saya tinggal menforward email email lowongan kerja yang sering saya dapat dari beberapa mailing list yang saya ikuti. hal itu tidak akan membebani saya. namun jawaban teman ibu saya adalah anaknya tidak punya email.
percaya tidak percaya, saya tetap tidak percaya ada lulusan s1 yang tidak memiliki email.apalagi untuk seseorang yang akan mencari kerja. respon ketidakpercayaan saya langsung mendapat semprotan dari Ibu saya, dengan tuduhan saya tidak mau membantu orang. demi ibu saya, sebagai anak baik saya pun harus menghormati permintaan orang tua maka pagi tadi saya pun harus mengetik huruf demi huruf sepanjang 100karakter dikali 4 di hp saya untuk menginformasikan ada lowongan LG ke teman ibu saya.
email. surat elekronik yang sekali tekan tombol send akan sampai ke pengirimnya. hanya dalam hitungan detik kita bisa mengirim email ke german, hongkong, usa. kemana saja. no border no limit. pertama kali saya mengenal email saat saya kuliah semester 2.waktu itu saya membuat alamat email di yahoo dengan identitas saya saat itu, Nomer Induk Mahasiswa I0399051. pilihan ini dijatuhkan setelah sebelumnya stres mencari nama yang tidak ada kembarannya. setelah itu saya juga membuka email di hotmail, plaza dan sejumlah domain dengan nama nama tidak jelas. tapi tho semuanya sekarang telah expired. sewaktu jaman kuliah saya termasuk jarang online. kesibukan sebagai mahasiswa sok sibuk dan limit kantong buat bermain internet, hanya bisa membuat saya 1 kali membuka email dalam seminggu.
saat saya bekerja, mau tidak mau setiap hari saya dealing dengan email. jika email drop/ error maka artinya saya tidak bisa bekerja. bagi saya, semua komunikasi dilakukan dengan email, telpon dilakukan jika orang yang saya kirimin dalam 30 menit belum mereply email saya. dengan email kantor saya pun bisa online dengan teman teman saya yang di semarang, jakarta, batam, malaysia, singapore. sekedar memafaatkan fasilitas kantor untuk bertegur sapa, mengirim junk mail dan lowongan kerja.hehehehe.
sekedar berbagi pengalaman dengan email, dulu saya begitu terbuka untuk masalah pasword email saya. hingga saat itu rasanya teman teman 1 angkatan di jurusan TI uns hampir semua tahu id dan pasword email saya. yang jelas saya berpengalaman buruk saat “seseorang yang tidak diketahui” mengunakan email saya dan mengirimkan email email tidak senonoh ke teman teman saya. untungnya hal ini ketahuan gara gara seorang teman yang tidak percaya saya mengirim email seperti itu langsung mengajukan complain terbuka pada saya. habis itu saya kapor untuk ‘ember’ pasword email saya ke siapa pun. namun selain pengalaman buruk itu, saya dulu juga pernah mengalami jatuh cinta gara gara email di kantor. berawal email email resmi, kami mulai sering mengirim puisi dan takluklah saya. setidaknya dengan email email itu, mampu membuat saya semangat untuk berangkat kerja untuk mengecek email apa lagi yang hari ini sang pujaan hati kirimkan pada saya ![]()
maka, kembali lagi saya heran, jaman seperti ini kog ada orang yang masih belum memiliki email. saya jadi teringat pada salah satu joke yang saya dapat.mengenai email dan para anggota dpr. ada salah satu anggota dpr yang menjawab, dulu punya email tapi kemudian dijual.luchu, bahkan pejabat kita masih ada yang blank terhadap kemajuan jaman.entah mereka yang tutup mata ataukah kemajuan jaman ini belum disosialisasikan? yang jelas jaman sekarang ga punya email? ketik c spasi d, capee deh…….