Feed on
Posts
comments

Love & Mii

~Sebuah Awal~

Di antara bongkahan es di kutub utara hiduplah seekor penguin kecil. Warnanya putih dan hitam. Karena pinguin ini mempunyai bercak berbentuk love di dadanya, makapinguin ini lalu dipanggil Love oleh teman temannya.

Love suka berlari dan berenang. Hobinya menangkap ikan, apalagi ikan yang kecil yang gesit gesit seperti ikan trout. Namun jika sudah mendapatkan ikan tersebut Love akhirnya akan melepaskannya kembali. Love hanya akan memakan ikan yang sudah cukup besar, ikan ikan kecil dibiarkannya untuk tumbuh dan berkembang biak, hingga populasi ikan tidak habis dimakan oleh para pinguin.

Hari itu Love juga akan berenang. Sinar mentari menyapa malu malu. Berapa teman teman Love berteriak memangil Love. Mereka sudah berada di dalam air, perburuan mengejar ikan akan segera dimulai, dan tak ramai rasanya jikalau tak ada Love di situ. Mendengar pangilan teman temannya Love pun datang. Bak seorang bintang, Love berjalan menuju teman2nya. Diujung bongkah es yang besar, Love mengoyang goyangkan pinggulnya sebelum bersiap terjun ke hamparan permadani air. Tepat sesaat sebelum Love melompat, ujung mata Love menemukannya. Benda bundar berwarna hijau. Love merasa heran.

” Benda apa itu “

Love belum pernah melihatnya. Karena Love adalah pinguin yang suka ingin tahu, Love berinisiatif untuk menyentuhnya. Saat ujung jari Love akan menyentuh benda itu, tiba tiba saja benda itu bergerak.

“Oowww…”

Love berteriak kaget, hingga terjungkal kebelakang.

” Apa itu ? “

Love bertanya dalam hati. Love merasa takut, belum pernah seumur hidup Love melihat benda seperti itu. Love terus memandang benda itu, rasa takut membuat Love ingin meninggalkan benda itu. Namun saat mata Love menangkap gerak pada benda itu lagi, Love akhirnya tak mampu menghalau rasa ingin tahunya, Love pun mendekat lagi.

” Apa sih ini ?”

Dengan takut takut Love menyentuh benda itu. Benda itu diam. Disentuh lagi. Masih diam.

” Ah, berarti tadi hanya perasaan Love saja kalau benda itu bergerak “

” Hahahahaha, Love bodoh. Masa sama benda begini aja takut “

Love mentertawakan dirinya sendiri akan ketakutannya. Namun tiba tiba saja, sebuah benda bulat hitam kecil muncul dari bagian samping benda hijau itu.

” AAAAAAAHHHHHHHHH”

Love kembali terjungkal, untuk kali ini Love langsung berdiri dan berlari terjun ke laut. Jantung Love berdegup kencang, lebih kencang dari debur ombak angin malam saat melihat benda tersebut.

Byuuur

” Love ada apa ? “

Teman2 Love mengerubungi Love. Mereka tadi mendengar teriakan Love dan merasa khawatir.

” Huuu..huuuu, ada benda aneh disana”

Love mulai mengadu.

” Benda apa Love ?”

” Ga tauu….”

” Huu..huuuu…”

” Ayo kita kesana melihatnya “

Boo, kepala suku pinguin berinisiatif unuk melihat benda aneh yang membuat heboh. Dengan ditemani oleh oleh beberapa pinguin dewasa, Boo memimpin rombongan. Love tetap mengikuti dibelakang rombongan. Love tetap penasaran ingin tahu.

” Itu..! itu benda aneh ituu “

Love dengan semangat menunjuk sebuah benda kehijauan. Benda itu tampak contrast di antara hamparan es yang putih.

” Love, kamu jangan dekat dekat “

” Tapiii….”

Beberapa pinguin dewasa mengerubungin benda aneh itu. Soka, pinguin yang paling kekar di suku pinguin mencoba untuk menyentuh benda itu. Perlahan Soka menyentuhnya, Pelan, benda itu masih diam. Agak keras, benda itu masih diam, Hingga akhirnya Soka menyentak benda itu keras, dan benda itu pun terlontar ke udara.

” Ahhhh, hati hati “

Love berlari mencoba menangkap benda itu. Walaupun tak tau benda itu apa, Love hanya merasa tak rela jika benda itu hancur.

” Huuups “

Benda itu dengan sukses mendarat di dada Love. Love memeluknya dengan kedua tanganya

” I got it..”

Teriak Love. Love berhasil mendapatkan benda itu. Teman teman Love riuh bertepuk tangan.

” It’s save with me…”

Love tersenyum bangga. Perlahan lahan muncul bulatan di samping benda itu. Jantung Love seakan berhenti berdetak. Lalu muncullah dua pasang mata di bulatan itu. Mata paling indah yang pernah dilihat Love. Love terpaku…

” You save with me….”

Dan sebuah garis di bulatan hitam kecil itu muncul membentuk sebuah garis senyuman.

” And Love will take care for you….”

~Sebuah Perjalanan~

” Mii….ayoo kemari Miii “

Love berteriak kencang. Mii berjalan perlahan. Wajar, sebagai kura kura Mii memiliki keterbatasan dalam berjalan. Mii tersenyum melihat Love begitu semangat berlari dan langsung saja Love menceburkan dirinya di air, 5 detik kemudian Love muncul lagi di permukaan air, kali ini dengan seekor ikan di mulutnya.

” Ini buat Mii “

Love meletakkan ikan itu di depan Mii.

” Makasih Love “

Love hanya tersenyum dan kembali kepada air. Hingga mentari menyentuh garis horison, Mii setia menunggui Love. Mii mengingat masa masa pertemuan pertamanya dengan Love. Saat seekor burung elang menangkap dan membawa Mii, jauh melintasi lautan. Hingga saat sang elang menjatuhkan Mii di depan Love. Garisan takdir memang susah dimengerti, membawa Mii kejauh ke hariban Love.

” Ayo kita pulang Mii…”

Love mengangkat Mii dalam peluknya dan mulai berjalan pulang. Kebersamaan antara Love dan Mii sudah diketahui semua penguin disitu. Di mana ada Love pasti ada Mii. Dinginnya kutub utara tak membuat Mii membeku, karena Love selalu ada disamping Mii untuk menghangatkan.

Hari hari berlalu, entah berapa ribu kali mentari muncul dan tengelam, namun bagi Love dan Mii, waktu bukanlah masalah mereka. Yang mereka tahu hanya mereka selalu bersama, terus dan terus.

Dan hari itu, sama seperti hari pertama kali Love bertemu Mii. Mentari malu malu. Riuh suara teman teman Love yang sedang berburu ikan. Mii berada di ujung bongkah es, dan entah mengapa memandang jauh.

“ Apa yang sedang Mii pikirkan ? “

“ Mii ga memikirkan apa apa kog Love..”

“ Boong …”

Love kemudian mengambil tempat disamping Mii. Ikan yang tadi ditangkap Love diletakkan di depan Mii.

“ Itu buat Mii “

“ Love terlalu baik ama Mii “

Love tersipu malu oleh pujian Mii.

“ Mii ga bisa mbalas kebaikan Love…”

“ Love ga minta dibalas kog, Love cuman ingin Mii bahagia disini …”

“ Mii bahagia, Mii bahagia banget kog..”

Mii menyadarkan kepalanya di ujung jari Love. Perlahan Love menyentuh Mii. Pelan, penuh makna. Namun Love tersadar akan sesuatu.

“ Mii kangen pulang ya…?”

Mii hanya memandang Love. Dan Love tau apa itu artinya.

Hingga di detik terakhir mentari tak berwarna lagi, Love dan Mii tetap di ujung bongkah es itu.

“ Kalo Mii ingin pulang, Love akan mengantarkan Mii pulang….”

Maka hari itu pun tiba, hari yang sama seperti hari hari yang lalu, dengan cuaca yang sama. Hal yang membedakan hari itu hanya di hari itu seluruh suku pinguin berkumpul di ujung bongkah es. Bersiap mengantarkan kepergian Love dan Mii.

“ Daaah Boo…”

“ Mii akan merindukan kalian semua “

“ Love, hati hatilah kalian..di laut banyak ikan ikan buas yang siap memangsa kalian”

Boo memberikan banyak wejangan kepada Love dan Mii. Berat bagi Boo melepaskan Love pergi. Namun kekeraskepalaan Love mengalahkan semua logika yang diberikan oleh Boo. Love tetap akan mengantarkan Mii pulang. Ke pulau yang entah ada dimana. Pulau yang memiliki butir butir pasir seperti yang diceritakan Mii. Yang mana mentarinya bersinar terang dan menghangatkan. Pulau yang mempunyai semilir bunyi kemerisik daun. Pulau yang penuh dengan warna, yang bukan hanya putih….Pulau yang dirindukan Mii.

“ Love dan Mii akan berhati hati, Boo. Jangan khawatirkan kami “

Love memeluk Mii di lengannya, dan perlahan teman teman Love membantu mendorong bongkah es ke arah laut lepas.

Sebuah perjalanan telah dimulai. Hanya berdua. Hanya ada Love dan Mii.

“ Mii ga takut kan ?”

“ Mii ga akan takut selama ada Love disini “

Dengan yakin Mii menjawab Love. Dia tau dia akan aman selama ada Love disampingnya. Jawaban Mii membuat Love tersenyum.

“ Love akan selalu ada disini bersama Mii…”

Hari hari di bongkah es kecil milik Love dan Mii terus berlanjut. Bongkah es itu perlahan mulai mengkerut. Semakin jauh perjalanan mereka menuju pulau Mii, sengatan mentari semakin terasa. Love dan Mii tak tau arti global warming, yang mereka yakini bahwa pulau Mii semakin dekat dan mendekat.

“Mii, tunggulah disini. Love akan menyelam mencari ikan”

“ Baiklah, hati hati ya Love…”

“ Mii jangan khawatir, Love pasti akan kembali “

Byur

Love mulai menyelam. Di tengah lautan dalam, ikan semakin jarang dicari. Love bahkan tak bisa mengukur kedalaman laut. Yang Love sadari laut menghitam, hingga tak terlihat dasarnya. Ikan ikan pun tar terlihat. Semuanya gelap. Love tetap berenang. Love harus tetap berusaha, biar bagaimanapun Mii harus makan.

Love berenang semakin jauh. Tangan kaki Love sebenarnya sudah kelelahan, tapi seekor ikan pun belum ditemukan Love. Dalam, laut semakin dalam dijelajahi Love. Hingga Love akhirnya Love menemukannya. Sekumpulan ikan tengah berenang, Love tak tau ikan apa itu. yang penting bagi Love ikan itu adalah makanannya dan Mii.

Love berenang lagi dengan semangat yang terpompa. Love mulai mengejar ikan itu. Ikan ikan itu lari kocar kacir melihat Love. Mereka juga berusaha menyelamatkan diri. Love merasa seperti waktu dia bermain dengan teman temannya di bongkahan es. Love terus mengejar ikan ikan itu. Satu ikan di dapatnya. Hup. Ikan itu masuk perut Love.Hup, satu lagi di dapat Love. Di pegangnya ikan itu untuk Mii. Lagi, Love mengejar ikan, Love masih lapar. Paling tidak satu ikan lagi untuk Love, dan satu lagi untuk Mii. Hup. Satu lagi masuk perut Love. Tinggal mencari satu lagi untuk Mii. Love sudah membayangkan Mii pasti akan sangat senang. Love mengejar lagi, hingga….

Love membeku. Di depan mata Love muncul sesosok makhluk air. Entah dari mana datang makhluk ini. Matanya dingin, badannya 10 kali lebih besar dari Love. Apakah ini yang disebut sebagai Hiu putih? Love tak tau. Yang jelas makhluk itu memandang Love. Love takut. Lebih takut saat Love menemukan Mii. Tanpa sadar ikan untuk Mii terlepas. Bahkan ikan ikan kecil pun sudah menghilang. Love mulai berenang mundur. Instingnya berkata lari…larilah Love!

“haaauuuuuummmmmmmmm”

Makhluk itu membuka mulutnya. Mempertontonkan taring taring kecil yang banyak mengitari mulutnya. Air laut seakan berubah menjadi pusaran saat makhluk itu membuka mulut hingga seakan bisa menelan apa saja yang ada di depannya. Tanpa perlu dikomando 2 kali, Love berenang cepat, berusaha lari dari makhluk yang mengerikan itu.

Love berusaha berenang cepat. Namun rasanya makluk itu tetap lebih cepat. Makhluk itu seakan ingin bermain. Dia bisa saja langsung melahap Love saat itu juga, namun dia malah membiarkan Love berenang melarikan diri. Mungkin dia ingin membuat Love sangat sangat kelelahan dulu sebelum akhirnya memakan Love.

Love merasa ajalnya mendekat. Love ingin menyerah kalah. Kaki tangan Love seakan layu, tak sanggup mendorong tubuh Love laju ke depan lagi.Tubuh Love mulai melayang. Makhluk itu menyeringai bahagia. Dia besiap menerima Love sebagai santapannya.

“ Mii, maapkan Love…”

Love mulai pasrah. Meminta maap karena tak mampu memenuhi janjinya pada Mii. Janji untuk mengantarkan Mii ke pulau Mii dan selamanya menemani Mii. Love menutup matanya. Membayangkan Mii. Senyum Mii. Mata lembut Mii. Semua moment bersama Mii seakan menjadi film yang di putar ulang di pikiran Love. Hingga Love tersadar.

Love tak mau mati tanpa Mii di samping Love. Love ingin bertemu Mii. Selamanya ingin bersama Mii. Love harus hidup bila ingin bersama Mii. Hingga entah darimana kekuatan Love. Love tersadar bahwa Love harus berenang dan berenang terus. Maka Love pun berenang cepat…cepat…Love tak melihat kebelakang, tak mau melihat makhluk itu, Love terus mengayuh tubuhnya. Berenang dan berenang terus. Karang di depan Love tak Love perdulikan. Love terus menerjang karang itu. Love merasa tubuhnya tersayat karang. Darah.

“ Haaauummmmmmmmmmm”

Love mendengar makhluk itu bersuara. Mungkin makluk itu terhalang oleh karang hingga tak bisa mengejar Love. Atau malah makhluk itu juga terluka parah seperti Love. Love tak mau tau. Love hanya mau terus berenang dan berenang. Luka di tubuh Love semakin perih, Love tak perduli. Love hanya ingin bertemu Mii. Jika Love harus mati, Mii harus disamping Love.

Love terus berenang, hingga sampai ke permukaan laut. Tampak titik putih dikejauhan. Mii.

“ Love !!! apa yang terjadi ? “

Mii menjerit histeris melihat Love kembali dengan keadaan berdarah darah.

“ Maap Mii, Love ga bawa ikan untuk Mii…”

“ Huuu…huuu…Love, kenapa seperti ini? Kalo seperti ini mending Mii ga makan. Mending Mii cari makan sendiri. Huu..huuu…kenapa Love harus berkorban seperti ini…?”

Mii menangis. Menyesal mengijinkan Love begitu baik kepadanya.

“ Gapapa Mii. Love gapapa. Mii jangan sedih. Love gapapa kog “

Love mencoba membujuk Mii. Tapi terlanjur, Mii telah merasa bersalah, membiarkan Love berkorban untuknya.

“Love, why you do this ?”

“Love hanya ingin membahagiakan Mii..”

“ Tapi kan bukan berarti Love harus mengorbankan diri sendirikan ?”

“This is not scarified, this is willingness Mii“

Love tersenyum, dan mulai menjilati luka lukanya. Berharap luka itu sembuh oleh waktu, namun membekaskan sebuah bukti. Tentang perjuangan Love untuk Mii.

Bongkah es itu akhirnya habis. Luruh oleh pemanasan global. Kini sebatang kayu yang hanyut ditengah lautan menjadi penyangga hidup Love dan Mii. Kayu itu kecil, maka hanya Mii yang berada di atas kayu itu, sedangkan Love tetap mengayuh tubuhnya di samping kayu itu. Sesekali Love bersandar di kayu itu, namun hanya sebentar karena Love tak ingin menghancurkan kayu itu. Jika kayu itu hancur, Love tak bisa berpikir bagaimana nanti dengan Mii.

“Love cape ?”

“ Engga kog “

Love berbohong, kaki tangan Love sebenarnya sudah kaku.

“ Bener ?”

Mii mencari pembenaran kata kata Love di mata Love. Namun Love terus tersenyum.

“ Love gapapa kog. Kan Love kuat “

“ Maap Love, gara gara Mii. Love jadi menderita seperti ini. Mii terlalu egois memaksakan Love mengantarkan Mii ke pulau Mii”

“ Mii ga perlu minta maap, kan Love yang ingin mengantarkan Mii pulang. Tenang aja. Sebentar lagi kita pasti menemukan pulau Mii. Mii yang sabar yaa..”

Kata kata Love menenangkan hati Mii. Love memang yang selalu mengerti Mii.

Rintik. Di tengah laut itu tiba tiba saja langit menjatuhkan tetesan air. Love dan Mii memandang ke langit. Apakah ini sebuah cobaan lagi ? Mii memandang Love. Panik. Love memegang tangan Mii.

“ Tenang aja, we will be oke “

Rintik itu bertahan berhari hari. Ombak di lautan menari menggila. Angin berhembus begitu kencang hingga bisa saja menerbangkan tubuh Mii yang ringkih. Namun Love terus melindungi Mii, menahan angin dengan tubuhnya.

Rintik itu menjadi badai. Langit menghitam, sama dengan warna lautan. Tubuh Love dan Mii terombang ambing tak jelas. Kayu penahan hancur di awal badai. Hingga saat ini hanya ada tubuh Love menjadi penahan untuk Mii.

“ Love, kalo Mii mati disini. Mii mo bilang makasi ma Love…makasih for everything”

Love tidak mendengar kata kata Mii. Badai itu menghilangan kata itu. Love begitu berkonsentrasi untuk menahan tubuhnya supaya tak terbawa arus badai dan juga menjaga Mii supaya tak hilang ditelan ombak. Badai itu mengila. Lama sekali. Badai itu tak jua reda.

“ Mii, jangan menyerah. Kita pasti selamat “

Love terus membisikkan kata kata itu pada Mii. Di sisa sisa tenaga Love, Love tetap menyemangati Mii. Namun tenaga Love juga ada batasnya, badai itu mengalahkan semuanya. Dan tubuh Love mulai terhempas.

~Sebuah Akhir~

“ Love..”

“ Love…Love, sadarlah”

Love merasa ada sentuhan sentuhan pada tubuhnya. Sentuhan itu seperti setrum pada tubuh Love. Men-charge baterai hidup Love.

“ Love…bangunlah. Jangan tinggalkan Mii sendiri “

“ Mii”

Alam sadar Love teringat Mii. Love mulai membuka matanya perlahan. Silau. Sinar itu terlalu terang. Love mengerjapkan matanya berkali kali. Dan dalam kerjapan mata Love, sesosok yang selalu di impikan Love muncul. Mii !

“ Mii….”

Lirih, Love merasa aneh saat mendengar suaranya sendiri keluar.

“ Yaaa Love ! ini Mii

Mii memeluk Love gembira

“ Love…Love..akhirnya Love sadar juga. Mii sudah khawatir sekali “

Love belum sepenuhnya sadar, bola mata Love mencari tau. Dimanakah mereka ? apakah ini surga ?

“ Akhirnya dia sadar juga “

Suara asing tiba tiba masuk di telinga Love.Love mencari tau dari mana asal suara itu. ah..itu dia. Seekor kura kura juga seperti Mii. Namun kura kura itu tampak lebih berumur dari Mii.

“ Kami sempat khawatir, karena Love sudah 7 kali melewati matahari tengelam”

“ Siapa kamu..?”

Love bertanya. Hatinya bingung, siapa kah kura kura itu?

“ Dimana ini?”

Love memandang sekeliling. Tempat yang diinjaknya berwarna putih. Love mengambil sejumput butir butir putih itu. Halus, pelan butir butir putih itu jatuh luruh dari tangan Love.

“ Itu pasir Love , pasir…seperti yang Mii ceritakan pada Love “

Mii sumringah disamping Love

“ Ini pulau Mii, Love….Love berhasil mengantarkan Mii pulang“

Mii memeluk Love, senyum Mii terkembang, matanya berbinar jauh lebih indah dari bintang utara.

“ Ini saudara Mii, itu juga teman teman Mii“

Lalu entah dari mana muncul sekumpulan Kura Kura disamping Love. Love hanya terpaku. Kaget. dia tak pernah menyangka ada begitu banyak kura kura.

“ Kita sampai ke pulau Mii..kita benar benar ada di pulau Mii ?”

Love bertanya tak percaya.

“Iya Love “

Senyum Mii menyakinkan Love, bahwa inilah pulau Mii. Tempat yang selalu dirindukan Mii. Perjalanan itu pun berakhir. Love bernafas lega. Perjuangannya berakhir, sekarang dia hanya perlu memetik hasil.

Love memandang sekeliling, semuanya persis seperti yang diceritakan Mii. Mentari hangat, butir pasir yang halus dan suara ngemerisik daun kelapa. Debur ombak yang menyapu kaki Love. Tempat ini indah, lebih indah dari bongkahan es Love. Terutama dengan ada Mii di samping Love. Membuat tempat ini menjadi sangat sangat indah. This is a paradise….

***oups, maap… saya belum menemukan happy end story in my life. so, the story still to be continue… ;p***

“ Love beristirahatlah dulu, kumpulkan tenaga lagi, sebelum nanti Love kembali pulang ke bongkahan es…”

“ Eh “

Love terpaku kaget oleh kata kata Mii.

“ Love pulang…?”

“ Iya, Love pasti akan pulang kan ke bongkahan es ? jadi nanti teman teman Mii akan membuatkan rakit dari dahan pohon untuk Love pulang ke bongkahan es “

Mii dengan semangat menunjuk sebuah tumpukan kayu, tampak beberapa Kura Kura mengumpulkan dan berusaha membuat rakit.

“ Sekarang, Love istirahat aja dulu sambil nunggu rakitnya selesai. Bentar lagi juga selesai kog, jadi Love bisa cepat pulang ke rumah Love. Love pasti kangen rumah ya ?”

Mii berceloteh riang. Seakan bahwa Mii mengetahui pasti bahwa Love memang ingin pulang ke bongkahan es. Love diam. Tak pernah dalam pikiran Love untuk pulang ke bongkahan es.

“ Mii…Mii ingin Love pulang…?”

Rasanya di tengorokan Love ada seekor ikan yang tersangkut. Kata kata menjadi sulit terucap. Mata Love menuntut tanya pada Mii. Benarkah Mii ingin Love pulang ?

“ Ehm.. karena Mii tau Love pasti ingin pulang jadi Mii mempersiapkan ini semua, Love jangan khawatir sebentar lagi rakitnya pasti akan selesai”

Entah mengapa jawaban dan mata Mii mengelak dari Love

“ Kalo Love pulang, Mii gimana ?”
Pertanyaan polos dari Love, namun mencurahkan seluruh perasaan Love saat itu.

“ Mii akan tinggal disini. Ini kan rumah Mii….”

Mii menjawab pelan. Hati Love hancur.

“ Love istirahat aja, makanlah dulu. Teman teman Mii sudah menyiapkan ikan buat Love makan..”

Perlahan Mii meninggalkan Love. Love diam tak bergerak, tak bersemangat lagi, pompa hidupnya mendadak berhenti mendengar jawaban Mii. Mii ingin Love pulang. Tapi Mii tak akan ikut Love pulang ke bongkahan es. Mii akan meninggalkan Love sendiri. Percuma apa yang telah Love lakukan untuk Mii, semua angan angan Love untuk terus selamanya bersama Mii pupus sudah. Mii ingin Love pulang. Entah mengapa kata kata itu mengantung di pikiran Love. Mii ingin Love pulang, Mii sudah tak menginginkan Love lagi…

Hari hari di Pulau Mii bukan lagi menjadi paradise buat Love. Love hanya memandang horison dengan hati kelam. Mii tak ada lagi disamping Love seperti dulu di bongkahan es. Mii sibuk dengan teman teman Mii. Udara yang hangat di pulau Mii seakan membakar tubuh Love. Love merasa tersisihkan dari hidup Mii.

“ Mii, apakah Mii bahagia disini ?”

Hari itu entah mengapa seperti hari pertama kali Love bertemu dengan Mii. Mentari malu malu, tak seperti biasanya di pulau Mii.

“ Bahagia dong, Mii senang sekali disini..”

Hari itu sengaja Love mengajak Mii mengobrol. Hal yang rasanya sudah lama sekali tak pernah Love dan Mii lakukan.

“ Apakah Mii benar ingin Love pulang ?”

“ Kan keluarga Love di sana, jadi Mii tak akan menghalangi Love untuk pulang…”

“ Kalo Love pulang, apa Mii ga akan merindukan Love ?”

“ Mii akan kangen, tapi Love kan akan bersama dengan keluarga Love. Itu lebih baik..”

“ Maksudnya ?”

“ Ga ada maksud apa apa Love, Mii hanya ingin Love bahagia juga. Seperti Mii bahagia disini bersama dengan keluarga dan teman teman Mii. Jadi kalo Love bahagia di bongkahan es, Mii juga akan bahagia “

“ Love sudah bahagia bersama Mii..”

“ Tapi bagaimana dengan keluarga Love ? rumah Love ? Love akan merindukannya suatu hari nanti. Dan itu akan membuat Love tak bahagia bersama Mii lagi…kalo Love tak bahagia, bagaimana Mii bisa bahagia”

Lama, Love dan Mii berpandangan. Mencoba saling mengetahui isi hati mereka masing masing. Namun entah apa yang ada diantara mereka, hingga hati itu mendadak tak lagi bertaut….

“ Ok, Love akan pulang. Kalo itu akan membuat Mii lebih bahagia.”

Dengan langkah gontai, Love pun berpaling pergi. Hatinya luluh lantak. Harapan Love untuk membuat Mii mengerti bahwa Love tak ingin pergi meninggalkan Mii sia sia. Perjuangannya selama ini serasa tar berarti. Mii tak pernah mengerti bahwa bahagia Love hanyalah Mii….

Hari itu mentari masih malu malu. Di ujung pasir putih, Love berdiri diatas rakitnya. Rakit yang dibuat oleh Mii untuk perjalanan pulang Love sendiri.

“ Hati hati ya Love…”

Love hanya diam. Bagi Love, perjalanan pulang ini adalah perjalanan yang tak pernah Love ingin lakukan. Apalah artinya berjalan sendiri tanpa Mii.

“ Jangan sampai bertemu Hiu lagi..”

Mii memeluk Love lama sekali. Sebuah pelukan yang sebenarnya tak ingin dilepas oleh Love.

“ Mii juga hati hati…Love akan merindukan Mii”

“ Mii juga akan merindukan Love…tapi keluarga Love juga merindukan Love sekarang”

Love ingin memprotes. Tidakkah Mii tau, bahwa semenjak pilihan untuk melakukan perjalanan ini, Love telah melepas keluarganya. Tidakkah Mii sadar bahwa Love telah memilih Mii daripada keluarga Love…? namun pandangan mata Mii seakan Mii tau yang terbaik buat Love membuat Love menyerah untuk memprotes. Baginya kebahagiaan Mii adalah yang utama. Membiarkan Mii hidup dengan pikirannya yang membuat Mii bahagia adalah pilihan Love. Meski pilihan itu harus membuang Love dari hidup Mii, Love rela.

“ Daaaah Loveeee”

Mii melambaikan tangannya, Love terus memandang Mii. Hingga saat rakit Love mulai berlaju. Angin perlahan membawa Love pergi.

“ Mii, mengapa Mii biarkan Love pulang ?”

Tiba tiba saja saudara Mii menyapa.

“ Karena Love akan lebih bahagia bersama keluarganya makanya Mii biarkan Love pergi “

“ Biarpun itu menyakitkan buat Mii?”

Mii memandang saudaranya. Mata Mii mulai berkaca kaca. Akting Mii berakhir sudah, topeng bahagia Mii mulai pecah.

“ Mii tak ingin Love pergi kan sebenarnya…?”

Mii diam, dua pertanyaan itu yang menyiksa hati Mii.

“Apalah artinya keinginan Mii, yang penting Love akan bahagia disana…”

“ Itukan menurut Mii, tapi belum tentu kan menurut Love ? “

Mii kembali diam oleh pertanyaan saudara Mii. Hati Mii mulai merasakan sakit. Mii sadar akan sesuatu.

“Mii, mengapa Mii tak jujur pada diri sendiri? Mengapa tak meminta Love untuk tinggal…itu kan yang sebenarnya Mii inginkan…”

“ Mii tak ingin Love mengorbankan hidupnya hanya demi Mii…”

“ Itu adalah pilihan Love. Biarkan Mii mengungkapkan keinginan Mii, dan nantinya Love memilih apa yang benar benar membuat Love bahagia…”

“ Jangan meminta Love untuk pergi, jika Mii tak menginginkannya. Itu hanya akan menyakiti Mii sendiri “

Angin mulai berhembus kencang. Tiupannya membawa kilasan masa masa Mii bersama Love. Mii pun mulai berlari…lubuk hati Mii yang terdalam tak ingin Love untuk pergi.

“ Looooovee…kembalilah….Lovee, jangan pergiiii….”

“ Loooveeee….jangan tinggalkan Mii…”

Ombak mulai menerpa. Angin dingin mulai berhembus.

Namun apalah arti teriakan seekor kura kura. Suara Mii jelas kalah oleh debur ombak. Dan Love terus melaju pergi dengan hatinya yang hancur…

Love, don’t you hear? Mii is calling for you….

~The end~

***Saya merindukannya, namun terlalu pengecut untuk mengatakannya…… :( ***

tentang masa lalu

 

lirih itu bernama,

mengores lengkung dan garis,

mengukir namamu yang lalu

di dalam sunyi hati

masih,

namamu masih sama

tersimpan dalam altar hati,

di sudut yang tersepi

yang entah kapan berseri……

aku menunggu

semalam

saya membenci sahabat saya.

karena semalam, tebakkannya 100% benar.

biar saya ngeyel sehabis2nya

saya tau, he’s correct for everything…

mata hati itu tidak mati.

rasa itu biar hanya 1%,

tetap membuktikan rasa itu tetap ada

dan 1% itu yang membuat bertanya

apa ada sebuah kesempatan………

Suka makan kepiting ?bergabunglah dengan saya pencinta makan kepiting :D.kalo udah makan kepiting, biar mo dikata hujan badai, ada cowok guanteng se guanteng2nya juga bakal lewat. emang gue pikirin ;p

Saya suka makan kepiting. biar orang bilang makannya susah, bagi saya justru disitu letak seninya. Perjuangan dengan ndowernya bibir saya plus jari jemari yang terluka bagi saya cukup setimpal demi mendapatkan daging kepiting yang enak. Kalo Cuma makan sup kepiting campur asparagus, hueeek..saya malah ga doyan. Makan kepiting itu yang asyik kalo ampe 2 tangan turun ke piring semua, ga lupa pake uji kekuatan gigi dan plus ampe ingus ngeces gara2 kepedesan bumbu saos padang yang super duper pedes, for me, that’s the art… :D

Saat sahabat saya ada yang bilang mending makan cumi or udang aja, saya langsung underestimate kepadanya. Tuduhan saya “ you are not struggle enough in your life“. Kog bisa saya nuduh gitu ? hemm, asumsi ini saya tarik dari keputusannya ga doyan makan kepiting. Terlepas dari sahabat saya ini punya alergi apa engga, saya menggangap bahwa makan kepiting itu only an example from one of battle in our life. Kalo suka makan kepiting, paling engga seseorang itu mau berjuang abis2an buat mendapatkan sesuatu… jujur mo dikata, aslinya rasa daging kepiting itu biasa2 aja, tapi dengan perjuangan untuk mendapatkannya, rasa daging kepiting itu menurutsaya jauh..jauh lebih enak melebihi cumi or udang yang bisa langsung dicomot. bagi saya itulah nilai sebuah perjuangan….

Saya tau di dunia ini banyak sekali type orang. Ada yang mau berjuang mati2an ada juga yang type pasrah. Saya menganggap bahwa dalam hidup itu semuanya harus di perjuangkan. Garisan takdir itu ada, saya bukannya menghilangkan kuasa Alloh disini, tapi saya percaya, Alloh ga akan mengubah nasib sebuah kaum jika kaum itu tak mau berusaha. So, bagi saya berjuang itu hukumnya wajib hingga titik darah penghabisan untuk mendapatkan sesuatu….

Namun lambat laun saat bertemu dengan kebanyakan orang, saya terjebak dalam sebuah situasi dimana kebanyakan orang berpasrah diri. Entah yang complain ama kerjaan tapi yaaa ga pindah2 kerja. Ada yang ga cocok ma soulmate-nya tapi ga mo pisah, ada yang fall in lop ma seseorang tapi ga mo ngaku…aduh..contoh kasus itu banyak. Rata2 banyak yang berkata, let it be. Let it flow.

Mungkin gambaran berpasrah terlalu extrim, tapi dijaman yang serba instan ini, semua orang memilih untuk mencari yanginstan pula. Cari cara yang paling gampang, ga mo mikir yang penting ada. sometimes even not think enough terhadap apa yang dipilihnya. Minggu kemarin, heem…tepatnya kurang lebih 1 bulan ini, saya ga bisa memahami pikiran dari sahabat saya saat dia mengambil keputusan yang bagi saya too extrim. Dilihat dari kanan kiri depan belakang , saya tetap saja ga bisa paham akan keputusannya.

Waktu kurang lebih 1 bulan ini, habis saya gunakan untuk meng-counter back-nya. Beragumentasi terhadap apa yang dipilihnya. Hasilnya, hubungan kami kacau balau. Tiap orang memiliki alam pikir masing2 yang terkadang tak bisa dimasuki oleh siapapun, even soulmate sekalipun. Maka, saat saya sadar bahwa sahabat saya bukan lah saya. Saya tau tidak semua orang mau untuk bersusah2 makan kepiting atau mau berpikir seribu kali sebelum mengambil keputusan yang paling tepat. Terkadang mencari sesuatu yang paling gampang atau melakukan berdasarkan insting yang spontan adalah yang keputusan yang tebaik….it’s all depend to the people. The best way for someone it’s not always the best way for other person. ..

Well, saya bukan lulusan psikologi, semua asumsi saya murni dari alam pikir sendiri. Jadi kalo mo dicari di buku di gramed or diktat kuliah saya jamin kagak bakal ada, hehehe.…

Pulo Pramuka

Semuanya berawal dari keinginan buat maen, merefreshkan pikiran dari rutinitas kerjaan. Niat hati ke bromo masih blom kesampaian, pulau umang pun belum terjelajahi, boro2 terbang ke Lombok..so akhirnya saya hanya menclok di pulo pramuka.

Salah satu teman lama, tau2 mengajak untuk menjelajahi dunia air dengan snorkeling di pulo pramuka. Padahal saya ga bisa berenang.tapi dasar nekad, ya udah..jalan2 mah jalan2 aja. Snorkeling…yaaa, gimana entar deh. Yang penting cari fun ;p

Sewaktu saya bilang bahwa saya blom pernah snorkeling, dan ketakutan setengah mati saat nyebur kelaut. saya diketawain abis2an ama teman2. Gimana ga ? kalo saya tengelam gimana. Rugi ninggal dengan status perawan ;p. guide yang kami sewa buat ber-snorkeling, Cuma bilang ga papa kalo dah pake pelampung ga bakal tengelam. Tapi entah kenapa saya tetep takut… hem…rayuan dia kurang maut buat menentramkan saya ;p

Apalagi saat saya mencoba untuk bernafas dengan mulut. Fuaah…susah booo! Saat semua teman saya udah bisa, saya masih aja blom sukses ber-snorkeling sendiri. Hiks…however, si guide saya malah bercanda dan mengatakan relax saja nanti saya juga bisa dan malah pasti ketagihan buat snorkeling lagi. And it’s true..!!! after sometimes. Saya akhirnya terbiasa untuk bernafas dengan mulut dan mulai berani untuk memutari karang2 sendiri…and damn it’s soooooo beautiful at the sea. Seumur2 blom pernah saya melihat karang berwarna warni dan ikan yang asli…so unbelievable ! saat itu juga saya menyesal kenapa saya ga punya kamera yang bisa dibawa di kedalaman laut. Disana saya melihat karang berwarna pink, biru, hijau dan macam2 algae yang menari nari…ikan hias kecil2 yang berlarian, hingga ada bintang laut dan bulu babi.

Saat saya didalam air, saya jadi terus berpikir betapa so small I am. GOD create sooo many creature which I never imagine. Karang yang ga terlupakan, adalah karang berwarna putih bersih berbentuk jamur datar dengan diamenter 3-4meter. Saya perkirakan lokasi jamur itu ada dikedalaman 4-5 meter, hingga saat guide saya mengajak menyelam untuk mencoba duduk diatas karang itu saya give up. Untuk menyelam dikedalaman 1-2 meter saja saya masih nggap2an. Gimana ceritanya saya bisa nyelem mpe kedalaman 4-5 meter ? however saya menambahkan target di kehidupan saya, bahwa someday saya akan mampu menyelam dan duduk di karang jamur itu :D

Menikmati keindahan laut ga akan ada abisnya. Namun biar bagaimana pun saya ga bisa menghilangkan paranoid saat berada di kedalaman laut yang saya ga tau dalemnya. saat di spot laut yang dalam, hawa air pun pasti berasa beda. Dingin. Kalo sudah merasa dingin dan melihat dibawa Cuma hitam, saya pasti langsung panic. Apalagi saat saya tau dalam radius 5 meter saya sendiri. Saya merasa alone. Serasa seperti Akon di mr. lonely nya. I feel I don’t have anyone dan merasa bahwa ini lah rasa yang akan saya rasakan saat saya nanti akan menghadap Sang Pencipta. Di suatu tempat yang dingin, gelap dan sepi, ga bisa bersuara, seluruh sendi tubuh bergerak tapi tak beraturan, dan pikiran stuck. Saya merasa seperti diingatkan akan kematian…dan saya yang begitu merasa takut menyadari bahwa amalan saya pastinya masih belum cukup untuk bekal saya menjawab Nya. Hehehe, pikiran saya jadi ngelantur. Saat saya cerita tentang ini ke teman2 snorkeling saya, pikiran saya ini jelas disalahkan. Lagi seneng2 kog mikir mati. Fuih…mereka hanya bilang saya penakut untuk berada di laut ;p

Anyway, berada di pulo pramuka is great experience. And I really recommended. Saya jelas pengen kesana lagi, ehm…tapi dengan kondisi kalo naek kapal yang dari carita ya! ga mo lagi saya subuh2 naek taxi blue bird dari bogor ke muara angke buat naek kapal kayu yang bocor karena hujan dan kepanasan, serta duduk ngelosor kayak ikan sarden…oh my GOD. Biar dibilang sok jadi princess, saya memilih untuk berlibur ke pulo pramuka dengan nyaman dan aman. So, just wait and see kapan saya bisa memenuhi target saya dengan karang jamur saya dan men-prepare untuk bisa lebih tenang dengan mempersiapkan semua “bekal” saat saya berada di kedalaman laut, yang gelap, dingin dan sendiri..

*****

Bintang merapatkan bantal di telinga nya. Berharap helai demi helai bulu kapuk itu bisa mengisi gendang telinganya dan menghadang masuknya suara Bunda yang terisak dan suara Ayah yang mengelegar.

Bintang semakin merapatkan badannya. Hingga dagunya bisa menyentuh ujung lututnya Badannya yang kecil tak lebih dari sebesar setengah isi karung goni beras.

Disudut mata Bintang mulai meneteskan airmata.Bintang tak berani menghapusnya, menghapus air mata itu hanya akan melepaskan pegangan bantalnya, Bintang memilih untuk membiarkan air mata itu bercampur dengan ingusnya daripada harus mendengar isak Bunda.

Bintang sebenarnya mulai lelah, mendengar isak Bunda dan teriakan Ayah. Tapi apa lacur, Bintang hanyalah bintang yang kecil.

*****

“Bintang?”

Sentuhan lembut di bahu Bintang membangunkan Bintang dari mimpinya. Mimpi nya menaiki kereta api hingga ke bulan. Bintang belum pernah naik kereta api,dan Bintang tak berani meminta ke Ayah Bundanya lagi. Dulu sewaktu Bintang meminta Bunda untuk naik kereta api, malamnya Bintang mendengar teriakan Ayah dan isakan Bunda.

“ Bintang…”

Suara itu lembut. Lebih lembut dari suara Bunda. Suara Bunda berat, Bintang tak tahu kenapa bisa seperti itu.

“ Bintang, kenapa tidur di kelas ? “

Bu Guru Rana menyapu poni rambut Bintang.

“ maap Bu …”

Bintang mengucek matanya. Silau matahari seakan tak bersahabat. Bintang lebih suka malam yang gelap dan menentramkan hati.

“ Bintang cuci muka dulu saja ya..”

Bintang berjalan perlahan keluar dari kelas untuk mencuci muka. Disetiap langkap Bintang, bisik dan cemooh teman teman sekelas Bintang mengikuti, menimbulkan suara berdengung seperti tawon. Bahkan untuk anak kelas 1 SD pun sudah tau arti bergunjing. Bintang merasa seperti malam yang disinari paksa.

*****

“ Bintang ada masalah dengan Bunda?”

Jam sekolah sudah berakhir. Namun Bintang masih tertahan di sekolah. Bukan karena Ayah belum menjemput, tapi karena Bu Guru Rana hanya ingin berdua berbicara dengan Bintang. Suara tawon dari teman teman Bintang sudah tak ada, yang ada hanya suara degub jantung Bintang dan suara ketukan jemari Bu Guru Rana di meja.

Jari jari Bu Guru lentik. Putih, terawat dan wangi, beda dengan jemari Bunda yang kasar dan berbau bumbu dapur.

“ Bintang kalo ada masalah bicara saja dengan Ibu..”

Suara Bu Guru Rana, seperti malam yang meninabobokan bintang, Bintang terlena di dalamnya. Rengkuhan dari Bu Guru Rana semakin membuat Bintang tengelam. Bintang semakin nyaman.

“ Ibu sayang Bintang kog…Bintang ga usah sungkan sama Ibu ya..”

Bintang memandang Bu Guru Rana, wajahnya yang cantik memabukkan Bintang. Seperti malam yang meniadakan bintang, Bintang terus terhanyut dalam belai Bu Guru Rana.

*****

Bunda mengelus poni Bintang dan memberikan kecupan malam kepada Bintang. Tangan Bunda terasa kasar, bau kunyit masih jelas tercium.

“ jadilah bintang yang terus berkelap kelip di malam hari ya sayang…”

Bintang hanya diam saat Bunda berkata. Mata Bintang tak mau memandang Bunda. Bintang sudah tahu kalo Bunda tak cantik, untuk apa dipandang lagi. Muka Bunda kusut, keriput mulai tampak di ujung matanya. Bajunya daster yang kumal, beda dengan Bu Guru Rana. Bintang mulai membandingkan Bunda dan Bu Guru Rana. Bagi Bintang Bunda mulai menjadi matahari. object yang ingin dihindari.

“Bintang..”

Seperti matahari yang memberikan sinar pada para bintang bintangnya, Bunda merasa Bintang menolak sinarnya.

“ Bintang sudah ngantuk? Bunda nyanyikan bintang kecil ya..”

Dan mulailah serangkaian nada terdengar, suara Bunda seperti tabuhan selamat pagi dari matahari. Menghentak hentak keras bersemangat di malam hari.

“ udah Bunda ! Bintang mo bobo !”

Dan Bintang menarik selimutnya melewati kepalanya. Membentengi dirinya dengan aura kegelapan. Bintang lebih suka malam.

Bunda terhenyak dipinggir ranjang Bintang. Kaget bahwa bintangnya telah menolaknya, matahari itu pun menjadi redup. Semangatnya untuk kembali memberikan sinar pada Bintang pupus sudah.

Seperti prajurit yang kalah perang, lunglai Bunda keluar dari kamar Bintang. Kembali terisak di peraduannya, mengadu pada sang Khalik. Namun Bunda sadar akan waktunya. Waktunya sang matahari mengalah mundur pada sang malam menyerahkan bintang.

*****

Bintang mengandeng Bu Guru Rana di tangan kanannya dan Ayah di tangan kirinya. Mimpi Bintang menjadi kenyataan. Bersama Bu Guru Rana dan Ayah akhirnya Bintang naik kereta api. Seperti yang dulu Bintang minta pada Bunda. Bintang ingin pergi naik kereta api bersama Ayah dan Bu Guru Rana.

*****

Tari Saman

Ada yang tau tari saman ? kalo ada yang tau, great..berarti anda lebih cinta Indonesia dari saya :D. Jujur awalnya waktu diceritakan tentang tari saman, alis saya berkerut…mikir…loading dengan kecepatan prossesor pentium1, saya akhirnya cuma bisa menjawab…”ooo, tari yang tepuk2 itu? “. dibilang oon saya rela, emang saat itu saya kagak punya bayangan lebih mengenai tari saman … ;p

Jadinya waktu team kantor memutuskan buat menari saman di acara performance dept, saya mantuk2 aja. Yang penting mendukung..apapun yang terjadi kami satu team harus kompak. Chayooooo….

Hasilnya…ck..ck..ck..penderitaan selama 1.5 bulan. Sueeeer..penderitaan! bagi yang blom tau tari saman ( saya lagi nyari temen buat yang sama2 oon ;p ), tari saman is a traditional dance from Aceh, which perform in the special event or celebrate important occasion. This dance will take 8 till 20 people who kneel in the floor and they will sing, clapping and also hit the floor with slow motion to fast, and suddenly stop! This dance required full team integrity and each member of team must be focus to each other to show the prefect dance. So if you want to show the people how solid your team, please try this.. :D

Awalnya, kami nari saman gara2 seorang rekan tertarik dengan tari saman yang di tampilkan di acara kebangkitan nasional. So, kita mo copy paste aja. Kirain semua tari itu easy. Nyatanya, sekali lagi sodara2 setanah aer…penuh penderitaan !

Bermula, dari yang kami adalah merchandiser yang lebih fasih dalam ngukur garment and follow up order, diajak nari jelas hasilnya badan langsung pegel2. Awal latihan saya langsung kram di kaki dan paha. Secara berlutut trus dan paha dijadikan sasaran tepuk2an. Bahkan hingga saat ini ( total udah ampir 3 minggu dari terakhir saya nari, di lutut jelas masih ada bekas perjuangan saya menari saman. Busyet…tandanya ngelebihin dari saya sholat ;p.

Belom lagi dikejar2 buat latihan, ini jauh2 berat melebihi apapun. Apalagi harus ngadapin babe kumis buat minta ijin ngacir satu team dan bagaimana memanage waktu supaya semua kerjaan rampung sebelum jam latihan. Huaaa….kebayang ga sie..barangkat jam 9 pagi pulang jam 11 malem, dengan kondisi badan remuk redam abis latihan. Blom lagi baju basah keringetan kena silir2 angin malem di angkot..oh my GOD. Ga keitung berapa banyak antangin yang udah saya konsumsi buat mendoping stamina. total lama latihan kami ada 1.5 bulan 1minggu 2 kali, 3 minggu sebelum menjadi 3 kali, 1 minggu sebelum manjadi setiap hari, diawali semangat mengebu2 yang ingin perform the best di acara outing kantor, semua team member rajin datang..hingga akhirnya rasa jenuh datang..jumlah member mulai berkurang, semangat team entah kenapa terkontaminasi, hingga akhirnya di hari H-2 baru semua member mulai bersemangat lagi even di detik terakhir saat di Mambruk saat di informasi bahwa ada 1 team lain yang juga akan menari saman, kami akhirnya hanya bisa pasrah. Oh my GOD kami ada saingan, will they perform better than us ? who are they ? apalagi saat itu kondisinya semua babe2 kami ga ada yang datang di acara untuk menjadi juri penilaian. Kami hopeless. Namun di tengah ke-hopeless-an kami, kami hanya bertekad “We will do the best, that’s it !”

Kalo ada yang mikir hebat bener kami bisa nari saman, itu semua berkat GURU kami. Hehehe, kami jelas pake GURU donk. Imposible lah..kalo kami bisa nari saman tanpa diajarin ;p. kebetulan salah seorang rekan punya kenalan yang asli Aceh yang super duper mahir buat nari saman, dah gitu suaranya…oh my GOD, merdu pisan! Beda bener dengan suara2 kami yang sumbang ;p. satu hal yang bikin kami terus semangat, GURU kami sangat2 positif thinking. Disaat kami merasa stress ga bisa2 dengan salah satu gerakan yang nauzubilah susahnya, GURU kami akan terus mengajari tanpa menyalahkan. disaat kami mulai merasa ragu, bisakah kami kompak nanti di pentas? He is the one who support us and the one who believe we can win the performance…even we don’t believe our self. Great thanks will not enough to express our thanks to him… GOD bless him for all his effort to us :D

Eits..balik lagi, penderitaan saya blom berhenti disitu. Sewaktu bis kami mendekati Mambruk untuk lokasi outing s.Oliver Indonesia 2008, suddenly perut langsung kram, kepala pening, badan masuk angin dan mag saya kambuh. Oke, serangan panic dimulai…L. Gimana ga coba, saya hanya mebayangkan gimana semisalnya saya salah dan mengacaukan pementasan.paling parah disaat gerangan gelombang ( ada yang tau ? ) jangan bandingkan gerakan gelombang yang di acara kebangkitan nasional yang pake 2 shaf. punya kami pake acara 3 shaf. Depan, tengah dan belakang. Tiap shaf akan saling memutar sambil berpegangan tangan dengan rekan 1 shaf nya membentuk gelombang dari depan ke tengah dan kebelakang dan terus berulang. Satu gerakan salah, lengan bisa menghantam kepala rekan di shaf lain, hasilnya pasti formasi akan kacau balau. Please note yaa..semua gerakan dilakukan dengan awal yang pelan, mulai cepat dan sangaaaaat cepat sekali. Kebayang ga sie…heem..mungkin bagi yang dah expert di tari saman bakal bilang “ah, itu kan gampang”. Kalo ada yang ngomong gitu, please understand im new in saman dance, and really this is my 1st experience…

Sooo, akhirnya dengan membaca2 semua ayat yang saya tau, menghabiskan Mylanta 2 butir, doping antangin 1 bungkus plus 1 pack tissue abis buat ngapus keringet…oups lupa, juga ma pemanasan tarian yang bikin tambah panic secara masih aja team kami blom kompak. Saya cuma bismillah…berusaha yang terbaik…dan mengucap Alhamdulillah saat team kami dinobatkan sebagai the best performance team of s.Oliver Indonesia 2008. Hip hip huray for Woven department.. :D

Ps: kalo ada yang mo mbooking kami buat perform tari saman, bisa diatur asal bayarannya pas, hehehe.

WIMODE

Waktu membeli wimode saya ga melakukan survey panjang, cuman
berdasarkan hasil survey Aris yang dari dulu pengen pasang internet. Tapi fyi
aja hingga kini Aris lebih betah nongkrong di hot spot daripada pasang
internet. Saya sendiri merasa hot spot is not enough. Males pergi ke jco or ke
ekalos buat nongkrong. Sama aja kayak ke warnet di tempat umum, tho saya ga
bisa seleluasa pake daster ;p. lagian berat kalee bawa2 laptop nyari free hot
spot… :(

Waktu itu sempat David kasih saran buat saya pake starone,
tapi pas di check ternyata harus punya hp 3G dulu, huu..sama aja boong ;p kalo
dah punya hp 3G ngapain saya connect internet di laptop. XL saya coret dari
daftar saat menginfo harga alat untuk connect internet adalah 1.75jt.
hemm..sama aja ma hp 3G punya starone. kalo speedy saat itu sama sekali ga saya
tenggok, males ma telkomsel yang dah ketahuan jelas mahalnya ;p.

So, akhirnya saya pun memilih wimode, harganya cuma 600rb
bo. murah abis J! Yang penting bisa
buat connect internet di rumah. Bentuknya yang praktis juga bikin saya milih
wimode dari pada wifone yang seperti tlp rumah.

Awal saya pake wimode, saya kecewa. Gimana engga coba? Baru
connect bentar eeh..sinyal ilang. Bete! Dah gitu buat ngisi pulsa pun saya
kesusahan gara2 sinyal yang kagak jelas, system wimode yang seperti pulsa pra
bayar juga saya pilih buat ngerem biar saya ga kebablasan ngenet tapi ternyata
bikin saya gondok pas lagi heboh2nya browsing eeeh..pulsanya entek L.

Yang ga make sense, saya ga bisa connect ma friendster. Aneh
bin ajaib. Kog bisa ? awalnya saya pikir ada firewall di laptop saya, ampe2
saya konsultasi ma temen buat ngecek kali2 ada firewall di program computer
saya ( harap maklum, saya gaptek buat masalah IT :p ). Tapi after dicek, teman
saya yakin ga ada masalah ma program di computer saya, so akhirnya saya pun
berberat berat ria memboyong laptop saya ke free hot spot dan takjub bahwa
disana friendster saya bisa dibuka dengan sukses. So what’s wrong ya ?

Complain akhirnya saya ajukan ke esia. What happen with my
wimode ? awalnya malu, mo ngajuin complain kog saya ga bisa buka friendster ?
kayaknya childish banget… ;p. tapi ternyata im not the one yang complain. Ada
beberapa orang yang juga mengajukan complain yang sama. Huu, bener2 aneh bin
ajaib. Tapi akhirnya penantian saya ga sia2 selama 2 minggu. Tho akhirnya saya
connect juga ma friendster dan CS esia yang bisa dikategorikan cowo manis (menurut
saya ;p) berbaik hati menawarkan bantuan kalo2 ada masalah bisa menghubunginya,
hehehe.

so, sekarang saya adem ayem dengan wimode saya… :)

The Secret

Finally saya rampung juga membaca the secret. Buku yang saya beli di early of feb baru rampung di bulan july. Entah mengapa, saya ga begitu antusias waktu membacanya, waktu beli pun cuma karena beberapa teman merekomendasikan. So, lembar demi lembar hanya saya baca dikala suasana hati emang pengen mbaca. Status the secret walo selalu ada di tas tetap saja kalah karena saya lebih memilih membaca the lunch gossip, I beg your prada or chicklit2 lainnya yang bisa saya habiskan dalam 1 hari. Honest too many pressure in this lately month bikin saya males mikir ;p

Anyway, saya akhirnya membaca the secret. That is a good book, I don’t  say is not…but like other motivation book. Ya gitu deh. standard lah ;p. saya lebih suka konsep buku “blink”. Just do it by your instinct. Point utama di the secret kalo saya bilang mah banyak ambil dari konsep keagamaan. it’s  really, just read your Al-Quran and you will find it. Saya jadi pengen bilang ma pengarangnya the secret, no need to make riset, just read Al Quran. That’s enough ;p

Even itu standard, emang ada berapa point dari buku yang mengingatkan saya bahwa saya mulai lupa. Syukur. In this lately, saya lupa bersyukur dan terus menerus berkeluh kesah. Saya lupa bahwa dengan bersyukur, hal2 yang kita syukuri akan semakin berlimpah dan membuat hati menjadi ikhlas menerima segala kekurangan. Saat semalam saya selesai membaca the secret, saya baru menyadari bahwa tulisan saya akhir2 in jauh dari kata kebahagiaan.  Saya lupa bahwa masih banyak hal yang bisa saya syukuri, even this lately month is like hell, saya masih sehat2 saja, orang tua saya juga, kakak saya juga. Biar saya sibuk, sahabat2 saya masih ada untuk menginap dan hadir untuk sekedar nongkrong minum coffe. Walo dikata pendapatan saya ga balance ma kerjaan, saya tho masih mampu untuk membeli apa yang saya inginkan, dan bahkan sedikit memanjakan diri untuk luluran dan shopping sesuka saya.  So, GOD thanks for everything that you give me… 

Part dari the secret lainnya yang saya suka, point “ meminta, percaya dan menerima “. Sebuah konsep doa yang standard, tapi jarang ada yang sadar. Bahwa emang GOD selalu meluluskan apapun permintaan hamba Nya. Only GOD know better, waktu dan caranya bagaimana Dia melulusan permintaan kita adalah totally hak Nya. Konsep ini bikin saya realize, pantesan saya ga pernah menang undian berhadiah, lah wong saya ga pernah benar2 meminta, percaya dan menerima bahwa saya bisa menang undian ;p

So if you still not read the secret. Just read it. Maybe you will find something else… 

*****

Udara masih terasa dingin. Masih ada sisa sisa embun tadi
pagi. Nunik merapatkan jaketnya. Jarang jarang Jakarta bisa membuat nya menggigil. Langkah kaki Nunik mulai melambat,
matanya mulai mencari. Di ujung jalan, ada pangkalan ojeg. Beberapa pemuda dan
bapak bapak tampak berkumpul menunggu penumpang, ada juga para pengamen jalanan
yang sedang menyetel suara gitar mereka sebelum nantinya konser di bus dan
angkot.

“ selamat pagi , princess… “

Sapaan khas untuk Nunik. Nunik hanya semakin merapatkan
jaketnya dan berderap cepat. Wajahnya yang ayu tak sanggup memandang sang
penyapa. Malu jika sang penyapa melihat betapa merah mukanya.

“ hari ini kog telat ? “

Nunik tak menjawab, langkahnya
hanya di percepat berusaha tak mengubris sang penyapa. Di ujung jalan, Nunik mulai
menunggu bis yang akan membawanya ke tempatnya mengajar di SMP 5. Sayup,lagu
menjaga hati dari Yovie nuno terlantunkan. Dan Nunik tak sanggup lagi menahan
senyum di wajahnya. Dia tau lagu itu untuknya.

*****

Entah semenjak kapan, Nunik tak
tahu. Sepanjang yang dia ingat sapaan pagi itu sudah menjadi sebuah rutinitas
yang di tunggu. Awalnya, gara gara Nunik dipindah untuk mengajar di SMP 5 yang
mengharuskannya untuk naik bis yang melewati pangkalan ojeg itu. rupanya
rutinitas Nunik untuk melewati daerah itu, menarik perhatian para penghuni
pangkalan ojeg. Terutama sang penyapa.

Biar orang tua Nunik selalu mewanti wantinya untuk berhati hati. Entah
mengapa, Nunik tak pernah merasa takut. Awalnya, waktu sang penyapa yang oleh
para penghuni pangkalan ojeg itu dipanggil dengan sebutan Fendi, Nunik merasa
risih, tapi perlakuan Fendi yang sopan, tanpa pernah berusaha menyentuh Nunik
ataupun memaksa Nunik memberi recehan padanya, lambat laun membuat Nunik merasa
nyaman dan menikmati semua sapaan Fendi.

“ gambar siapa Bu ?”

Kaget, Nunik langsung menutupi
sketsa gambar di bukunya

“ gambar pacarnya ya ? “

Lagi, pak Darma bertanya dengan
nada mengoda.

“ bukan kog pak “

“ ah, masa ? ngambarnya kog pake
acara serius banget. Ampe ampe dipanggil aja ga denger ..”

“ engga kog pak..”

Nunik berusaha memberi
penjelasan yang sebenarnya tidak perlu. Raut wajah Nunik yang putih contrast
dengan semburat pink karena malu.

“ ah, itu mukanya merah
banget..hayooo, kalo bukan gambar pacarnya trus gambar siapa ? “

“ udah pak Darma, bu Nunik
jangan digoda. Nanti malu..”

Sahutan Bu Maria bukannya malah
menenangkan suasana, justru malah membuat suasana ruang guru di SMP 5 malah bertambah ramai untuk menggoda Nunik.
Nunik seperti biasa,lari karena malu dan membawa buku yang berisi sketsa gambar
Fendi.

*****
“ selamat pagi, princess “

Fendi yang khas pengamen jalanan
dengan rambut gondrong, kurus dan tato buatan di kanan kiri lengannya. Tawanya
lebar dan ramah contrast dengan perawakannya yang preman,jujur kalo dilihat
lihat mirip dengan Bimbim SLANK.

“ hari ini cantik sekali “

“ baru potong rambut ya ?”

Nunik hanya tersenyum tipis.
Hati Nunik berbunga bunga dengan pujian dari Fendi. Jikalau Fendi tahu, bahwa
Nunik khusus memotong rambutnya hanya karena ingin tampil menarik di mata
Fendi, pastilah Fendi yang akan berbunga bunga.

“ kau cantik hari ini dan aku
suka…… kau lain sekali dan aku suka… “ petikan gitar Fendi menemani Nunik
hingga naik ke bis. Senyum Nunik terus berkembang hari itu.

Suara Fendi sebenarnya tidak
bagus bagus amat, tapi bagi Nunik, Fendi telah mengalunkan lagu surga.

*****

Mata bulat Nunik mulai mencari.
Hatinya entah mengapa terasa sakit saat mengetahui apa yang dicari tak juga
hadir.

“ mba, mo naik ga?”

Kondektur bis mulai tak sabar,
Nunik masih juga ragu untuk menaiki. Fendi tak muncul untuk mengantarnya dengan
lagu and sapaan khasnya.

“ mba, jadi ga ?”

Akhirnya dengan berat hati,
Nunik menaiki bis itu.Fendi tak juga datang, padahal waktu mengajar sudah
dekat. Entah dimana Fendi, Nunik mulai bertanya Tanya. Belum pernah Fendi absen
menyapa, bahkan dalam hujan yang deras pun Fendi mau berbasah basah untuk
mengantarkan Nunik.

Pikiran pikiran negative mulai
menghampiri Nunik. apakah Fendi sakit ? ataukah dia telah bertemu dengan seseoarang
dan melupakannya ? dan tanpa sadar, air mata Nunik mengalir.

*****

“ ayo dimakan ?”

Sentuhan lembut Ibu, menyadarkan
Nunik. Nunik hanya memandang makanan yang disiapkan Ibu.

“ ga selera Bu “

“ kog ga selera ? nanti sakit
loh kalo ga mo makan..”

Sudah 1 minggu ini Nunik malas
makan, dunia tanpa adanya Fendi membuat hidup Nunik menjadi kembali abu abu.
Semenjak Nunik ditinggal oleh tunangannya 3 tahun yang lalu karena kecelakaan,
Nunik menutup diri pada yang namanya lelaki.

Nunik telah bertanya pada para
tukang ojeg di pangkalan. Jawabannya membuat hancur hati Nunik seketika. Gara
gara adanya larangan pemda untuk memberikan uang pada para pengemis, membuat
Fendi tak bisa mencari makan, dan itu membuatnya harus mencari tempat baru
untuk mengais uang. Hati Nunik seakan tercabik, menjadi seorang yang ditinggal
itu sakit.

Sentuhan tangan ibu,kembali
menyadarkan Nunik.

“ siapa tho ndok..?”

Biar Nunik tinggal di Jakarta
semenjak lahir, namun orang tuanya asli solo hingga bahasa jawa kadang
dipergunakan di rumah itu.

“ siapa apa Bu ? “

“ orang yang kamu pikirkan ?”

“ Nun ga mikir siapa siapa kog “

Nunik memalingkan wajahnya,
takut Ibu bisa mengetahui kegulauannya.

“ yo wes, kalo ga mo cerita juga
ga papa… tapi kalo pengen cerita, ibu ada di kamar sebelah ya “

Dan Ibu meninggalkan Nunik
sendiri tengelam dengan pikirannya.

*****

“ selamat pagi, princess “

Nunik langsung terlonjak kaget
oleh sapaan khas dari Fendi yang sudah 2 bulan ini menghilang. Tiba tiba saja
Fendi ada dibelakang Nunik yang sedang menunggu bis.

“ princess, tetap saja cantik “

Tawa Fendi masih sama seperti
yang dulu. Perawakannya tak ada yang berubah. Masih seperti terakhir Nunik melihatnya.Fendi
mulai menyetel gitarnya dan mulai memainkan nada.

“ kamu kemana saja?”

Fendi menghentikan petikan
gitarnya. Kaget oleh suara Nunik. selama ini Nunik tak pernah membalas
sapaannya. Paling hanya senyuman tipis.

“ aku pulang kampung, gara gara
larangan pemda, jadi ga bisa ngamen. Jadi yaa..mending bantu orang tua di
kampung , sekarang katanya teman sudah bisa ngamen lagi di jakarta. Jadi ya
balik lagi“

Fendi menjawab tanpa beban, jarinya mulai
bermain nada lagi

“ jangan pergi lagi….”

Fendi kaget

“ jangan pergi..jangan tinggalin
aku…”

Nunik tak mampu menahan air
matanya. Fendi langsung merasa tidak enak. Beberapa orang yang juga sedang
menunggu bis tampak mulai berbisik bisik.

“ princess, kog nangis..?”

“ jangan pergi..jangan
pergi……..”

Nunik menutup wajahnya dengan
kedua tangannya. Malu dengan air mata yang mengalir. Kata kata jangan pergi
terus diulang ulang oleh Nunik.

“ princess, aku ga akan pergi“

Fendi meraih tangan Nunik,
menggenggamnya erat

“Setiap pagi aku akan menyapa
dan menyanyikan lagu untukmu, tapi aku ini hanya pengamen jalanan, sd saja tak
lulus, hidup dari receh orang,…ga pantas bersama dengan orang terpelajar
sepertimu “

Nunik semakin tersedu mendengar
perkataan Fendi. Sisi rasionalnya, mengetahui bahwa apa yang dikatakan Fendi
benar adanya.

“ bis mu sudah datang,
pergilah..”

Dan Fendi mulai mengalunkan lagu
memiliki kehilangan dari letto…

*****

Jika mencintai adalah anugrah,

maka tak ada yang salah pada
siapa engkau jatuhkan cinta…

Older Posts »